Sebuah Petuah Tentang Menjadi Selebgram yang Tidak Bermental Koruptor


Bisnis online sudah menjamur di dunia maya, bahkan begitu berdesak-desakan. Strateginya juga bermacam-macam. Jika zaman dulu pedagang pasar menggunakan dukun untuk melariskan dagangannya, kini di dunia maya dukun itu menjelma selebgram. Ya, salah satu jalan ampuh agar dagangan para pebisnis laku keras adalah dengan endorsement dengan para selebritas instagram alias para pemengaruh instagram.

Layaknya masa kerajaan kuno, penggolongan masyarakat instagram bisa dibedakan sesuai kasta masing-masing. Cara membedakannya cukup mudah, bisa dilihat dari jumlah followers (pengikut) yang mereka miliki.

Nah, semakin banyak followers, itu artinya dia semakin terkenal. Popularitas itulah yang membuat mereka di endorse oleh banyak online shop. Dengan imbalan yang sesuai kesepakatan tentunya, selebgram akan memposting barang dagangan si pebisnis baik di ‘feed' atau di snapgram (cerita instagram).

Dari situ, sebenarnya tidak ada masalah. Semua orang boleh mencari uang dengan caranya sendiri asal tidak menyimpang dari kebenaran yang selama ini dipegang masyarakat luas.

Mengiklankan produk orang lain dengan imbalan, pasti menuntut kita untuk berbohong, kita tahu itu. Seperti saat kita mempromosikan pemutih badan misalnya, kita akan berpura-pura bahwa produk itu sangat manjur untuk membuat kulit kita cerah dalam waktu singkat.

Mungkin kebohongan serupa masih bisa dimaklumi, sebab konsumen pasti juga tahu kalau tidak ada produk yang demikian apalagi dengan harga yang sangat murah. Bagaimana jika produk itu membahayakan atau malah berkedok penipuan? Ini lain lagi ceritanya.

Jadi beberapa waktu lalu kenalan saya yang tak lain adalah selebgram marah-marah di instastory karena dikomplain oleh para pengikutnya. Usut punya usut, ternyata itu karena si selebgram telah di-endorse online shop bobrok. Si pengikut teman saya ditipu olshop yang telah dipromosikan oleh teman saya.

Bahkan, ada banyak selebgram yang mengiklankan berbagai aplikasi dan MLM yang katanya bisa..menggandakan uangmu hingga berkali-kali lipat! Dijamin aman, begitu kata mereka. Padahal logika anak kecil pun akan paham bahwa produk yang mereka iklankan itu sarat akan penipuan. Ya, mana bisa kamu percaya dengan hal-hal semacam pin konveksi bahkan situs judi? Mengetahui bahwa hal ini akan menjadi kontroversi, beberapa selebgram bahkan menutup kolom komentarnya saat mengiklankan hal tersebut. Hmm, masih mengira kalau Kanjeng Dimas tak punya pengikut?

Si selebgram bilang ‘kalau kamu tertipu, itu bukan urusanku. Aku kan cuma mengiklankan karena mereka udah bayar aku saja. Jadi ya kalo nggak terima, komplain ke dia (pihak olshop) saja.’ Begitulah kurang lebih.

Saya sedikit miris dengan kata-kata itu. Bukankah ketika kita melalukan sesuatu, harus ada pertanggung jawabannya? Segalanya harus diatur dengan baik dan jelas. Tidak hanya pebisnis, tetapi juga para promotor.

Nah, sebaiknya hal-hal di bawah ini perlu kamu pastikan selaku promotor sebelum dan saat melakukan endorse.

1. Produk yang kamu iklankan tidak membahayakan orang lain.
2. Buatlah perjanjian untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang dirugikan.
3. Pastikan bahwa itu bukan penipuan.
4. Sebisa mungkin menggunakan kalimat yang jujur.

Nah, jangan jadi selebgram yang keras kepala dan tidak mau tahu ya. Pengikutmu banyak, itu artinya pengaruhmu juga besar. Maka, bertanggung jawablah saat melakukan segala hal.

Comments

Popular Posts